Search:


Site Recommendation

Community

jadijuragan - Join Our Make Money Program

Masukkan Code ini K1-34C7C4-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Rightbar Menu

Site Partners

Links:

Bagaimana kita menggantinya untuk anak cucu kita nanti

Sudah banyak berita diberbagai media baik cetak maupun elektronik yang mengabarkan tentang kondisi bumi kita beberapa tahun belakangan ini. Beberapa simposium hingga konfrensi dari beberapa negara baik maju maupun miskin diadakan.
Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson.
Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional. Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro. Dimana pada saat itu berkumpul beberapa pimpinan dunia untuk ikut berbagi pemikiran mereka tentang Planet Bumi yang kita tinggali ini.

Seperti sifat dasar manusia yang tidak pernah akan merasa puas. Dapat kita lihat berapa banyak hutan- hutan yang telah berubah fungsi menjadi lahan garapan, rawa-rawa dan sawah berubah fungsi menjadi pabrik, kawasan pemukiman semua itu terjadi bersama berjalannya waktu dari tahun ke tahun, terasa semakin sedikit jumlah lahan resapan air. Hal ini terjadi mungkin bukan hanya di daerah perkotaan tetapi bisa jadi didaerah pedesaan juga terjadi, karena beralih fungsinya beberapa lahan yang sebelumnya menjadi resapan air.

Berkurangnya jumlah hutan tropis yang ada dibelahan bumi menjadi dampak yang sangat berarti bagi ekosistem kehidupan mahluk hidup di bumi ini. Hal ini bukan hanya terjadi untuk satu,dua atau tiga negara saja yang mengalaminya. Kita sering diingatkan dengan terjadinya musibah tanah longsor didaerah-daerah perbukitan,perkebunan.
Penyebab utama musnahnya spesies dan keanekaragaman hayati adalah kebakaran hutan tropis. Para ahli sependapat bahwa 5 - 10% dari spesies hutan tropis menjadi musnah dalam setiap dekade. Sekitar 10 juta spesies telah menghuni bumi dan paling kurang 50% terdapat di dalam hutan tropis, padahal luasnya hanya 7% dari luas daratan dunia. Sehingga diperkirakan laju kemusnahan mencapai lebih dari 100 spesies setiap harinya. Padahal tidak satupun makhluk yang diciptakan di dunia ini dengan sia-sia, semuanya merupakan aset pembangunan dimasa mendatang.

Daerah tropik memiliki tumbuhan vascular (tumbuhan berpembuluh) sekitar 65% dari seluruh total spesies (250 ribu). Daerah tropik Asia termasuk Papuanugini dan Australia memiliki tumbuhan vascular sekitar 45 ribu spesies, neotropik 86 ribu spesies, dan semi-arid serta tropical Africa 30 ribu spesies. Norman Myers memperkirakan 65% dari spesies tropik terdapat pada hutan tropik basah (moist tropical forest) dan 45% dari tumbuhan vascular dunia terdapat pada hutan tropik rapat (closed tropical forest).

Persentase vertebrata (hewan bertulang belakang) di daerah hutan tropis lebih sedikit dibandingkan dengan tumbuhan. Suatu perkiraan menyatakan sekitar 2.600 spesies burung berada pada daerah neotropik, 400 pada afrotropik dan 900 pada daerah hutan tropik Asia. Jumlah ini merupakan 30% dari total dunia. Bruce Beehler mencatat bahwa 78% dari burung nonmarine Papuagini berada dalam hutan tropis. Inveterbrata memiliki keragaman yang besar di daerah tropis. Terry Erwin menemukan kekayaan yang sangat besar pada spesies beetle (kumbang) pada kanopi (canopy) hutan tropikal basah. Diperkirakan 96% arthopoda mendiami hutan tropis, jumlah total dunia diperkirakan mencapai 30 juta spesies.
(more…)

Yuk.... ke energi alternatif

Energi dan sumber daya alam yang kita gunakan sekarang adalah sebuah titipan untuk anak, cucu kita di waktu yang akan datang. Apakah kita dengan tega meninggalkan anak cucu kita dengan keadaan bumi yang kering kerontang seperti yang sering digambarkan oleh para spesial efek film hollywood pada film-film mereka. Tega kah kita pada anak-anak kita nanti hidup dengan berkesusahan mencari sumber air…. mengolah bagaimana hidup dengan udara yang bersih seperti orang tuanya dahulu disaat hidup.
Ternyata bila masalah ini dengan dalam kita gali….. wow sangat dasyat akibat yang telah kita lakukan sekarang bila kita tidak dengan segera mencari alternatif lain atau dengan bijak mengolahnya.
Bayangkan bila hutan dan sumber air hanya dimiliki oleh beberapa negara, negara tersebut bisa saja diserang oleh negara yang lebih kuat dengan keserakahannya karena ingin memiliki sendiri, menurut saya hal ini cukup realistis. Memang sekarang sumber daya alam fosil (minyak,batu bara) yang menjadi komuditas incaran diberbagai negara. Tapi bagaimana bila jadinya bila disaat semua sudah habis dan sumber-sumber air juga sudah sedikit, seperti halnya sekarang air dalam kemasan sudah menjadi komuditas yang luar biasa dengan isi 600 ml harga perbotol Rp 2500 untuk eceran tertinggi yang saya temukan. Bagaimana nanti disaat semua sudah rusak.
Sekarang saya coba ke negeri sendiri dulu….. Indonesia negara tropis dengan dua musim disetiap tahunnya, walau sekarang musim sudah gak jelas jadwal tayangnya… :D film kali.
dengan banyaknya matahari yang menyinari bumi Indonesia mengapa energy matahari ini kurang sekali dimanfaatkan di Indonesia. Mungkin ada alasan infrastruktur untuk membangunnya mahal. Kenapa pajak untuk mobil mewah bisa diturunkan coba turunkan juga pajak komponen untuk perlengkapan tersebut.
Energi Angin, Indonesia sebuah negara kepulauan terbesar didunia yang otomatis memiliki garis pantai terluas di dunia dan memiliki pegunungan dihampir seluruh propinsi. Angin - Angin di pegunungan dan pesisir pantai kenapa tidak bisa digunakan untuk sumber daya listrik.
Terkadang kita terbentur dengan sesuatu yang akhirnya tidak kita lakukan (pepesan kosong) dengan andai-andai. “wah kan mahal biaya nya .. ” ya kita jangan dulu melihat yang sudah dilakukan negara-negara maju seperti Belanda dengan kincir anginnya.


Coba lihat yang satu ini

Atau ingin langsung yang seperti ini


silahkan pilih yang mana yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia

Satu manusia satu Pohon

Terhitung mungkin sejak revolusi industri di negaranya si David Beckham (Inggris) bumi mulai terasa menghangat dan terus memanas. karena awal dari ditemukannya mesin penggerak oleh James Watt beberapa alat penggerak dengan bahan bakar fosil di explorasi besar-besaran dan CO2 dihasilkan besar-besaran. Terus apa hubugannya dengan Satu manusia satu pohon, menurut saya ini adalah logis bahkan kurang karena setiap manusia pasti membutuhkan 02, sedangkan yang menghasilkan o2 adalah pepohonan dengan daun yang menghijau.
sekarang kebalikannya manusia selalu bertambah jumlahnya walaupun ada yang mati sedangkan Jumlah pohon selalu berkurang seiring perkembangan jaman.
Baik dengan alasan untuk pembangunan, perluasan area, pengambilan sumber tambang, dari awal bumi ini ada pernah tidak terjadi penambahan jumlah pohon yang ada di hutan hasil dari penanaman kembali manusia?. Saya yakin untuk jawaban pertanyaan itu adalah tidak.
Yang jelas-jelas saja, di Indonesia yang katanya ada dana Reboisasi tetap saja tidak ada penambahan hutan yang ada penggundulan hutan secara masal dengan dalih kepemilikan HPH.

 

 

Salah satu dampak pemanasan global

Negara yang dikenal dengan negeri 1001 malam, pada hari senin 14 Januari 2008 tiba-tiba dikagetkan dengan turunya salju dari langit. Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa salju ini terjadi karena pertemuan dua arus angin antara dingin dan kering dan hangat yang berair. Badan Meteorologi Irak menyebutkan salju tersebut adalah salju pertama yang jatuh di Baghdad sejak 100 tahun terakhir.
Mungkin bagi kawan, rekan, sobat yang pernah menyaksikan film hollywood dengan judul “The Day After Tomorrow” akan merasa oh .. iya ini lah dampak pemansan global , di film tersebut beberapa daerah yang tidak pernah turun salju tiba2 turun salju, badai dimana2 beberapa gunung es di kutub mencair, dan akhirnya bumi kembali pada jaman es.