Firefox 3

Hayo yang naik turun dong

Yang di tunggu-tunggu akhirnya pada tanggal 24 Mei 2008 BBM naik, sebelumnya masyarakat sudah mendapat kabar dari entah mana sumbernya akan naik BBM pada tanggal 1 Juni 2008. Dampak dari kenaikan BBM sudah terasa disegala sektor.
Mulai dari naiknya komoditi pangan, biaya transportasi dan Harga yang bersangkutan dengan yang BBM.
Tadi pagi tepatnya pukul 8:30 pagi mendengar berita dari Radio Elshita ada beberapa agen Gas LPG sudah mencoba mencari untung sendiri dengan menaikan. Memang pihak Pertamina belum ingin menaikan harga dari LPG. Habis sudah…. tarif tol Cikampek naik tepat pada tanggal 30 Mei 2008 pada pukul 00:00 wib sesuai dengan Skep Men/PU/322/KPTS/M/2008 kenaikan sebesar 12%.
Kekawatiran akan kenaikan harga pangan dunia masi terus berlanjut dan kenaikan terus bergerak untuk harga minyak dunia dengan harga sekarang mencapai $ 132

Apa itu Kebangkitan Nasional ?

Lagi-lagi masyarakat yang dikorbankan untuk menyelamatkan negara ini, sering sekali kita mendengar himbawan dari para pejabat atau bahkan pemimpin negeri ini dengan kalimat “Mari kita kencangkan ikat pinggang”.
Pada kenyataanya masi saja negeri ini melakukan pemborosan, maaf sebagai contoh acara Kebangkitan Nasional yang baru saja telah dilaksanakan bukannya salah satu pemborosan. Rakyat masi banyak yang kelaparan di beberapa desa ada yang busung lapar ini malah asik-asik pesta dengan judul mengusung kebangkitan bangsa, asli dech mengding ketawa ….. mikir dong … berapa milyar sudah terbuang hanya untuk pertunjukan satu malam saja, coba andaikan uang tersebut di serahkan untuk mereka yang sedang membutuhkan atau bukakan lapangan kerja, Kan lebih bermanfaat baik untuk kita yang memberi (Pahala) dan bagi mereka yang mendapatkan pekerjaan.

100 tahun Kebangkitan Nasional

Mengambil dari is UUD 45 pasal 33
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
2. Cabang2 produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat orang banyak dikuasai oleh negara.
3. Bumi, dan air dan kekeyaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk se-besar2nya kemakmuran Rakyat”.

Pada Undang-Undang Dasar 45 sudah jelas bahwa segala kekayaan yang bersumber dari bumi Indonesia dipergunakan untuk sebesar2nya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Melihat pasal diatas sepertinya sudah lama terjadi di Indonesia ini dengan hasil yang bertolak belakang. beberapa sumber daya alam yang berada di Indonesia sudah pelan-pelan berpindah tangan dengan ke bangsa asing, dengan alasan bangsa kita belum mampu waktu itu.
mungkin pemimpin-pemimpin kita perlu diingatkan dengan kata proklamator kita Bung Karno yang menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’ yang pernah melontarkan dan mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya dengan gagah: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu. lain dengan sekarang yang gagah mengedepankan kaum-kaum kapitalis.

Bung Karno membangun Indonesia pada masa pemimpinannya tidak dengan dana bantuan dari bangsa asing (Bank Dunia, AS dll) cukup dari hasil rampasan perang. Berbeda jauh dengan kepemimpinan Pak Harto yang pada masa itu selalu berpegangan pada hutang-hutang luar negri.

Hal ini jelas jauh berbeda mungkin dengan pola pikir pemimpin bangsa kita pada masa ini. Jadi ingat juga pesan Bung Karno kepada anak-anaknya

“PERJUANGANKU LEBIH MUDAH
KARENA MENGUSIR PENJAJAH,
TAPI PERJUANGANMU AKAN LEBIH SULIT
KARENA MELAWAN BANGSAMU SENDIRI”

Usulan Untuk Jalur Bandara

Sudah beberapa kali kita sering mendengar bahwa jalan tol menuju Bandara Sukarno-Hatta banjir entah karena air pasang, jebol atau hujan yang berkepanjangan. Intinya akses menuju bandara terganggu baik setengah jam, satu jam atau bahkan lebih dari satu jam. Hal ini sangat disayangkan dengan status Bandara Sukarno-Hatta sebagai pintu gerbang internasional dari manca negara untuk masuk ke Indonesia.
Bagaimana bila pemerintah menyediakan alternatif lain dari transportasi darat seperti hanyalnya Kereta listrik yang menuju Bandara Sukarno-Hatta disediakan.
Bukankan lintasa dari tersebut sudah ada tinggal dibuakan jalur interchange menuju bandara dari jalur lintasan KA Jakarta - Merak, seperti sekarang yang dioperasikan untuk KA Merak Jaya. Tolong di berikan penilaian dari masukan ini.

Tanggul Tol Bandara Jebol

Tanggul Jalan Tol menuju bandara Internasional Sukarno-Hatta (Banten) Jebol karena tak sanggup menahan air pasang pada tanggal 8 Mei 2008. Hal ini menyebabkan kemacetan disemua jalur lalu lintas yang memiliki akses ke Bandara Sukarno-Hatta lantaran jalan masih terendam banjir.

Arus kendaraan menuju bandara terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif karena pintu Tol Sediyatmo masih ditutup akibat tergenang air setinggi 60 hingga 70 sentimeter. Bagi warga yang akan bepergian ke Bandara Soekarno-Hatta bisa menggunakan jalan alternatif. Pertama melalui Tol Kebon Jeruk ke arah Tol Tangerang. Keluar di pintu Tol Kebon Nanas mengarah ke bandara lewat pintu M1 atau pintu belakang bandara.
(more…)