Firefox 3

Doa Ayah

Robbi,

Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat

untuk mengetahui manakala ia lemah

dan cukup berani menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut

manusia yang bangga & teguh dalam kekalahan

jujur & rendah hati serta berbudi halus dalam kemenangan

bentuklah putraku

yang hasratnya tdk menggantikan yang sudah mati

putra yang selalu mengetahui Engkau dan insyaf

bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan

Robbi,

aku mohon supaya putraku

jangan dipimpin di atas jalan yang mudah dan lunak

tapi di bawah tekanan dan desakan, kesulitan, tantangan

didiklah putraku supaya teguh berdiri diatas badai

serta berbelas kasihan kepada mereka yang gagal

bentuklah putraku

menjadi manusia yang hatinya jernih, yang cita-citanya tinggi

putra yang sanggup memimpin dirinya

sebelum dirinya berhasrat memimpin orang lain

putra yang menjangkau hari depan

namun tak melupakan yang lampau

dan setelah itu menjadi miliknya

Aku mohon putraku

juga diberi perasaan jenaka, supaya ia bisa serius

tanpa menganggap dirinya terlampau serius

beri juga ia kerendahan hati

supaya ia ingat kepada kesederhanaan dan keagungan asli

kepada sumber kearifan, kelembutan, dan kekuatan asli

dengan demikian

maka aku bundanya memberanikan diri untuk berbisik

HIDUPKU TAK SIA-SIA

Ke Medan

Hari Jumat 16-03-07 kemaren gue dapet tugas dari boss gue untuk ke Medan, duch… bete gue baru dikasi tau hari kamisnya. kenapa sih sering banget dadakan ….?
Gagal dech long weekend sama Shabiya dan Uminya padahal gue uda bikin rencana sama mereka untuk kerumah Nyaknenya di Cengkareng.
Trus yang bikin Bete lagi.. scenario untuk test nanti gue di Medan belum gue liat sama sekali.. alasannya gak ada orang …. huh bete gak sih kalo kayak gini.
Berangkat lah gue ke Kantor Jumat pagi itu jam 9:00 dari rumah gue….. dengan harapan biasa di reschedule jadwal gue.
Awalnya gue akan berangkat sama kawan gue.. trus tiba-tiba dia gak bisa katanya karena scenario yang dikasi sama boss gue gak jelas, diajuga sudah ngomong sama boss nya yang baru..tentang scenario yang dikasi boss gue ke dia.
Gak lama gue terima sms dari temen gue yang tadinya bakal berangkat sama gue ke Medan isinya “Ya udah… kalo elo gak bisa gue gak maksa, nanti gue minta di tunda sama pak ***** untuk dirubah jadwalnya “.
Wah makin aneh nich… gak lama gue dapet sms juga dari Boss gue bahwa gue harus berangkat sendiri…. hik…hik..hik..
Tiba dikantor gue langsung ketemu sama boss gue, gw dikasi liat scenario yang dia buat, waduh… berat nich.. masi jauh banget scenarionya dengan yang biasa orang Medan inginkan, ya tapi mo ngomong apa awak nie ?..
Salah satu GM gue telepon… dia nanya sama gue
“gimana kok Medan…jadi berangkat ?”
“Ya nanti sore saya kesana ”
“Trus itu semua sudah siap”
“waduh, …. ya kalo saya sih… kalo kantor suruh jalan ya saya jalan pak”
“uda PD memang jalan masalahnya krusial ini”
“ya mo gimana lagi pak Haji..” kebetulan GM gue Haji.
Temen gue dari Dept umum uda tanya-tanya ke gue tentang tiket
“gimana jadi gak nich Garuda jam 18:50?”
“udalah di approve aja ”
Setelah sholat Jumat di kantor gue pulang ke rumah, kebetulan gue udah minta tolong sama dia untuk disiapkan pakaian untuk beberapa hari kerja…( Makasi ya … Mi), alhamdulillah masi ada beberapa waktu untuk istirahat di rumah untuk tidur sebentar sebelum berangkat ke Bandara. Alarm gue set untuk berdering pada pukul 15:30 kebetulah pas waktu Ashar.
Ternyata gue bangun beberapa menit sebelum alarm berbunyi. Mandi dan langsung Sholat Ashar gue.
Ada satu yang rasanya kenapa ya keberangkatan kali ini kedaerah kayaknya berat banget, pas gue lihat Shabiya, duch lagi manis banget lagi… , sepertinya dia tau gue akan pergi, dia maunya sama gue terus dari gue pulang ke rumah sampe gue bangun tidur…
Terkadang gue cium dia gue peluk dia erat-erat…. duch jadi makin tambah berat gue berangkat kedaerah, maklum lagi lucu-lucunya.
Sore hari barangkatlah gue dengan satu armada express taxi ke Bandara pukul 16:30 diantar sama Shabiya dan Uminya.
Dalam perjalanan … pikiran kenapa kok gak seperti biasanya gue keluar daerah kok kayak gini ya ?! Tanya gue dalam hati.
Mungkin karena yang akan gue kerjakan nanti belum disosialisasikan aja sama mereka yang di medan. Asli baru kali ini gue berangkat Dinas dengan perasaan seperti ini.

Bersambung……….

Shabiya

Terima kasih ya Allah, Shabiya Mu telah berangsur pulih disaat aku tiba dirumah kemarin malam ku lihat Shabiya sudah didepan pintu masuk rumahku dengan senyum khasnya.
Indah hidup ku kembali terima kasih ya Allah.

Semok Bocor

Pukul 17:00 aku langsung menguju shuttle bus yang sudah parkir di depan gedung yang akan mengantar kami seluruh penguhuni gedung ke arah Jakarta, Aku sekarang bertugas di Cikarang.
Cerita ini berkenaan dengan nostagia aku dengan si semok (Vespa 65) aku, sampai di Pull shuttle jam 18:45 setelah itu aku langsung tancap gas menuju pom bensin Tanah kusir, kebetulan tadi pagi waktu si semok ngatar aku ke pull bensinnya sudah menuju ke rest jadi aku harus beri dia bensin dulu.
Bensin sudah aku isi, dalam hatiku si semok sepertinya kaki-kakinya ada yang perlu di periksa dulu atau aku manjakan, mungkin diweekend nanti aku singgah ke bengkel bang Gandi.
Tidak lama aku berpikir seperti itu adzan Isa berkumandang persisnya di depan Giant Larangan, niat dalam hati aku ingin singgah di masjid di seberang jalan namun karena lalulintas Kreo yang pamer (Padat merayap) dan susah untuk pindah ke jalur seberang, akhirnya aku urungkan niat itu.
Manusia memang sudah ada yang mengatur, tidak lama setelah aku urungkan niat tadi si semok tiba-tiba ban belakangnya bocor, uda dech dia uget-uget di tengah kemacetan Kreo.
Dalam hatiku bilang “Tu… kan jadi begini dech, coba kita mampir dulu ke masjid”.
bersyukur aku ada ban serep, aku langsung ganti sendiri ban yang bocor dengan ban serep yang ada, ya kira-kira butuh waktu 20 menit sudah siap jalan kembali, coba kalo sholat di masjid 10 menit sudah jalan kembali ke rumah…(kasian dech loe).

Siapa adik tadi namanya

Sehabis waktu kantor, aku pulang menjemput istri ku dari tempat kerjanya……
ya…..lumayan jauhnya antara kantor ku dengan tempat kerja istri ku.
Biasa setiba ditempat istri ku waktu magrib tiba…… jadi aku biasa melaksanakan magrib di tempat istri ku bekerja.
Di sepanjang jalan menuju rumah ….tiba-tiba ada ingin untuk makan makanan ala itali “Pizza”,
aku langsung mengiyakan apa yang istri ku inginkan …. dan kebetulan aku juga suka akan makanan itu dan istriku juga sedang mengandung anak kami yang pertama.
Jalan yang aku lewati memang penuh dengan kemacetan namanya juga jalan raya Cileduk……. ya mungkin sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah selatan Jakarta sudah mengetahui kemacetan yang biasa terjadi pada lalu lintas Cileduk.
Karena mungkin sudah bisa dengan lalu lintas cileduk….jadi biasa saja …. dan ini jugakan Jakarta …… mungkin ini salah satu ciri kota metroplitan.
Dalam perjalanan menuju tempat pizza itu istri ku bilang “bagaimana kalo Delivery Order aja dari rumah”….
Memang kami biasa memesan via delivery order, dan kebetulan dekat dengan tempat tinggal kami.
Trus aku bilang padanya ….”ya tanggung sudah dekat lagi “,
“biar kita pesan saja nanti kita bawa pulang”……ingat ku waktu itu.
Setibanya di restoran pizza… kami melihat suasana yang wuuiiihh rame….. banget..di dalam ruangan mungkin kalau aku pesan tempat aku harus menuggu untuk beberapa saat.
eh ternyata benar… sebelum kami memesan sudah diberitahukan oleh pelayan restoran pizza tersebut…..untuk tunggu sebentar kalau ingin pesan tempat duduk di dalam ruangan.
untung kami akan dibawah pulang…..
Sambil terheran-heran saya melihat semua yang ada di dalam begitu banyaknya……masyarakat yang ingin memakan pizza baik yang dengan keluarga dengan teman main atau teman kantor.
Lalu pelayan yang berada diluar tempat pemesanan menanyakan apa saja yang akan aku pesan
Aku bilang 2 large supersupreme 7 salad kebetulan kami suka salad satu rumah, 7 milk shake dengan rasa berbeda.
Trus pelayan itu bilang ke aku “ditunggu 15 menit ya pak” ……
sambil menunggu istri ku kembali ke kendaraan.. dan aku melihat sekitar restoran……
mata ku tertuju pada seorang anak yang sedang duduk persis di muka kaca halaman restoran pizza tersebut.
Dalam hati ku…….. ya Allah …. seorang pemulung yang masi dalam usia sekolah…
dalam hati saya.. dimana orang tua anak ini… trus tinggal dimana dia… maksud hati ingin sekali dekat dan berbicara dengan dia…..
didalam hatiku ini palu besaaaaar seperti sedang memukul-mukul ….. sambil berbicara hati kecil saya bilang …..”Hayo kamu dekati dia saudara kamu”.
“apa kamu malu dengan duduk berdampingan dengan dia”, “apa karena dia pemulung”.
mungkin perilaku aku pada saat itu aneh ….. hilir mudik naik turun tangga restoran.
tiba-tiba saja aku melangkah mendekati anak itu lalu ku duduk berdampingan dengan dia.
aku lalu bertanya …”gak pulang kerumah kan uda malem kok masi di luar” lalu di jawab dengan suara lemah “lagi istirahat habis mulung”, trus saya bertanya lagi
“kamu sekolah”,
“saya sekolah”
“bapak sama ibu kamu kerja apa ? ”
“sama mulung juga”
sampai akhirnya saya bertanya “kamu sudah makan …….?”
sedih saya mendengar jawabanya…..(’tetes air mata begitu saja keluar dari mata begitu mengingat kalimat itu’)
“belum Om”
saya bilang sama dia …….”kamu mau makan apa “…
dalam hati terasa sedih ….
saya baru saja memesan makanan yang lumayan banyak… sedangkan adik kita pemulung ini
sedang istirahat dari susah-susahnya mengais sampah untuk mencari nafkah untuk dirinya dan bersama dengan orang tuanya……

Adik kita tadi terdiam saja, aku tidak mendapat jawaban dari pertanyaan tadi
dalam hatiku mungkin adik kita ini malu tidak seperti para pejabat kita yang tidak malu memakan uang negara dengan jumlah besar.
Karena pesana kami sudah selesai.
Akhirnya aku berikan adik kita itu uang mungkin cukup untuk makan satu keluarga mereka selama sehari, itu bagi mereka tapi mungkin tidak cukup bagi mereka yang haus akan kekayaan dan kekuasaan… Ku berikan uang itu dengan berkata “ini untuk beli makanan kamu ya…..”
Mungkin jumlah itu kecil bagi kita-kita tapi bagaimana bagi mereka.
Ku lakukan itu tanpa memikirkan akan membuat mereka bermalas-malas dan hanya meminta-minta saja di pinggir jalan seperti yang sering kita lihat.
Karena jelas dimataku adik kita ini berusaha mencari rejeki dengan cara memulung dan itu halal.
Setelah memberi uang saya lalu beragkat menuju pasanan saya yang sudah selesai…

Lalu sambil melambaikan tangan ……saya pulang. dengan harapan mudah-mudahan adik kita tadi dapat hidup dengan riang dan bermain dan di kemudian hari nanti dapat hidup lebih baik dengan keluarganya..
Setelah dikendaraan baru sadar siapa adik tadi namanya ?

Bila hati sedang dekat dengan Allah Swt

Bila hati sedang dekat dengan Allah swt sang kholiq sepertinya enak sekali lama-lama di dalam masjid bertadarus ayat demi ayat aku bacakan, bahkan dibeberapa moment bisa membuat air mata ini tidak dapat aku tahan untuk keluar dari walau diriku sendiri tidak mengetahui langsung yang aku bacakan sebelum aku lihat terjemahannya.
Tapi coba kalau lagi sifat manusia yang jelek itu muncul “malas” jangankan lama-lama didalam masjid datang saja kemasjid sepertinya aku tidak sudi.

Ya Allah Sembuhkan Shabiya Mu

Semalam pada pukul jam 23:15 wib Shabiya terbangun dari tidur lelapnya dia menangis, disaat itu aku belum tidur baru saja masuk kamar untuk bersiap-siap tidur.
Entah kenapa sebabnya dia terbangun dan menangis, biasanya itu terjadi karena bunyi sepeda motor yang sedang melintas di depan rumah atau dikarenakan gigitan nyamuk.
Hingga pukul 01:00 dia belum juga bisa tidur nyenyak karena masih dalam pelukan Uminya.
Bila Uminya ingin menaruh dia diatas kasur sepertinya dia tau dia akan terbangun kembali dan menangis.
Kasihan Shabiya, karena tangisannya menyebabkan hidungnya pilek, sempat aliran nafas tersumbat karena cairan ingus yang ada dihidungnya.
Pukul 01:30 Shabiya dalam pelukan ku karena Uminya sudah lelah. Aku bawa dia ke kamar belakang sambil Ku usap-usap belakang punggungnya untuk membuat dia tenang dan nyaman..
pukul 02:30 Shabiya masih belum mau tidur sendiri di atas kasur dia masih ingin tidur dalam pelukan Ku, setiap Ku ingin menaru di atas kasur dia terjaga kembali.
sampai akhirnya aku ada ide bagaimana kalau aku tidur dengan posisi duduk diatas kasur dengan bersandarkan dinding kamar belakang, alhamdulillah hal ini dapat membantu Ku dan Shabiya tidak merasa terganggu.
Dengan pelan-pelan tetap dalam kondisi pelukanku Shabiya aku coba taru di atas kasur, dan alhamdulillah Shabiya bisa tertidur dengan pulas, kasihan aku melihatnya dengan nafas yang terganggu karena pilek yang dideritanya karena menangis tadi. ku cium pipinya beberapa kali sebelum aku pun memejamkan mata.
Tak sadar jam tangan ku lihat sudah pukul 03:30 pagi.
Ku paksakan diriku untuk tidur dengan berpesan agar bangun di pukul 04:30 yang berarti aku hanya tidur 1 jam.
Shabiya … jadilah engkau anak yang Sholeha… cerdas.
Meninggalkan segala larangan Allah swt mengerjakan semua kewajibanmu kepada Allah swt.
Ya Allah Lindungilah Shabiya dari segala kejahatan di Bumi ini yang tidak engkau ridho, dan jauhkan lah ia dari segala larangan-Mu ya Allah swt.

Satu-satu Sakit

Hampir dua minggu keluarga gue pada sakit, Shabiya sakit pada perutnya trus di ikuti pilek, Mbak nya Shabiya si Har juga ikut sakit panas badannya dan batuk-batuk namun sekarang tinggal batuk-batuknya, gue sendiri sempet turun tensi darah gue hingga 90/60, istri juga sempat flu dia.
kasian liat shabiya yang lucu sakit……. duch gak biasanya dia sakit sampai kayak kondisi kemarin.
itu diatas kan keluarga gue yang sakit … ech tiba-tiba sore hari gue denger adek gue si Nasrul masuk RSPP lagi dia.
ya Allah sembuhkan keluarga kami yang sedang sakit, dan sembuhkan pula mereka kaum muslimin yang sedang sakit.

Amien