Dokter Inggris: Larang Mentega Demi Kesehatan Jantung
London, Meningkatnya kasus serangan jantung pada pasien muda usia 30-an tahun membuat beberapa dokter menyarankan agar mentega dilarang beredar. Produk yang berbahan dasar lemak itu dituduh sebagai pemicu menumpuknya lemak jahat dalam tubuh.
Berdasarkan National Diet Survey, 9 dari 10 anak atau 88 persen pria dan 88 persen wanita di Inggris diketahui mengonsumsi lemak jenuh berlebih.
Lemak jenuh adalah lemak yang ikatan karbonnya tidak bisa diputus lagi sehingga sulit untuk dicerna atau diuraikan tubuh sehingga memicu senyawa radikal bebas dan penyakit kardiovaskular.
Mentega diketahui banyak mengandung lemak jenuh dan bisa menghasilkan asam lemak trans yang berbahaya saat dipanaskan.
Konsumsi lemak jenuh dalam dosis tinggi bisa memicu naiknya kolesterol dan membentuk plak lemak di dalam pembuluh darah yang mengakibatkan aliran darah ke jantung terhambat dan akhirnya memicu serangan jantung.
Dengan adanya aturan pemerintah yang jelas tentang peredaran mentega, para dokter berharap bisa mencegah 3.500 kematian akibat lemak jenuh tiap tahunnya dan 198.000 kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Menurut Dr Kolveka dari University College London Hospital, lemak jenuh banyak ditemui hampir setiap hari pada saat sarapan, tapi sedikit yang mengerti akan bahayanya.
“Tanpa disadari, setiap hari seseorang makan roti dengan olesan mentega atau sosis yang dimasak dengan mentega. Padahal mereka sedang menimbun lemak jenuh di tubuhnya. Sarapan dengan bubur akan lebih baik dan sehat,” ujar Dr Kolveka seperti dilansir Telegraph, Selasa (19/1/2010).
(more…)









